Abstrak

DSCN5418

Karena aku mencintaimu, ya karena itu.

Entah sudah beberapa kali kutelan jalan pahahit ini.

Pada waktu SMA, Kuliah dan sekarang pasca campus.

Tapi pasca campus ini benar-benar pahit.

Aku tahu rahasiamu sekarang.

Tapi aku janji takan menceritakan pada siapapun kecuali Tuhan.

Karena tuhan berjanji “barangsiapa yang menjaga rahasia orang, maka Tuhan akan menjaga rahasianya sendiri”.

Ya, aku juga sama bukanlah manusia tanpa celah.

Banyak, hanya saja Tuhan masih tutupi berbagai celahku.

Aku banyak mengambil pelajaran dari kejadian ini.

Semoga kau menyadarinya juga.

Karena aku mencintaimu.

Selepas program ini selesai awal tahun depan.

aku akan blak-blakan padamu.

Tentang semua rahasia. Dan

karena aku mencintaimu,

aku ingin kita jadi orang baik.

Hidup bersama, punya anak baik, keluarga baik, dambaanku.

Tapi jika memang tidak, aku tetap ingin kau baik. Jadi baik. karena aku yakin kau pun menginginkannya.

Aku akan jadi malaikat pelindungmu.

ah..Aku memang tak pantas buat jadi malaikatmu,

setidaknya kita bisa saling menguatkan.

Karena aku mencintaimu.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Berbagi

Tak pernah terbayangkan jika harus menjadi pedagang asongan di tengah terik. Makanya, syukuri apa yang telah kamu dapat hari ini dan kerja keraslah kemudian berbagilah. Bukan berbagi uang tetapi berbagi penghasilan.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Remuk tanpa bentuk

paperwad

Photo-photo kenangan tingal robekan,

syair-syair kenangan sudah jadi hambar,

dan tawa-tangis masa lalu sudah tak ada makna.

‘remuk tanpa bentuk’

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Anonim II

20150322_134554

Nama yang tak habis termakan waktu,

kita dipertemukan dalam kepolosan,

terisolasi dalam dunia yang berduri ini.

Biarlah kenduri terus ada.

Hanya saja tanyaku padamu,

kenapa kau tak sabar menantiku.

Hanya saja tanyamu padaku,

kenapa hidupmu serba tak pasti.

Perempuan memerlukan bukti, laki-laki memerlukan waktu.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Jalani

Dia yang bisa diajak berdiskusi ketika ada masalah, dia yang cukup konsisten untuk terus ada dalam hidupmu yang tidak sempurna. Dia yang mempunyai semangat membangun masa depan yang lebih berdua.
Cita-citaku adalah menjadi seorang fisikawan dan wirausaha. Fisikanya aku nomor duakan. Aku ingin jual ilmu pengetahuan. Banyak karya ilmuwan dan engineer kita yang hanya jadi bahan pustaka dan prototype semata tanpa diaplikasikan. Kayaknya ladang basah tuh…wk..wk.
Terlebih bagiku mengembangkan akar wangi segera….adalah keharusan. Entah batu kerikil atau batu gede yang akan menghadang jalanku nanti….. buat saya akan pilih…wk..wk.

Categories: Hidup, Paradigma, Wirausaha | Leave a comment

Melangkah Jauh

Melangkah jauh -terbang ke langit

Jiwa yang haus telah terobati

Kebebasan yang semula terkekang

Telah kembali

Kau tatap mata sang singa

Ia hanya diam

Tersenyum

Menatap kecantikanmu, bukan hanya itu

Tapi sinar mimpimu

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sebuah Tembang

Photo0798

Tentang perasaanku padamu,
tentang lautan yang tak pernah surut.
Tentang keyakinanku padamu,
tentang karang yang tegar diterjang ombak.
Tentang harapanku padamu,
tentang mentari yang tak bosan menyinari.
Ia pergi dan pasti akan kembali.
Gita rupa kembang cempaka.
Aku pasrah kepada Sang Pembuat Tembang.
Entah tembangku merdu, entah ia liku.
Pilihannya sekarang ada padamu.

Categories: Hate, Sastra | Leave a comment

KAYU MANIS

Dikala hati resah
Seribu ragu datang memaksaku
Rindu semakin menyerang
Kalaulah ku dapat membaca pikiranmu
Dengan sayap pengharapanku ingin terbang jauh

Biar awanpun gelisah
Daun daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya selamanya…

Biar awanpun gelisah
Daun daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku Oh…

Tuhan jalinkanlah cinta
Bersama selamanya…

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya selamanya…

Categories: Hate | Leave a comment

Meresapi (Bogor, 1 Feb 2014)

eco

Dalamnya menyapa kalbu. Tengatnya ada terus di sanubariku.

Petik girang rasa ini.

Menghujam jatuh.

Aku tak berhenti mengejar mentari, di kala gundah terbenam.

Pagi menjelang malu duduk di taman.

Apa yang menyebabkan dirinya pergi?

Hanya rasa malu yang tak bertepi.

Pagi memang sudah pergi,

tapi entah kenapa malam ini begitu rindu.

Akan penantian yang belum menemukan titik temu.

Jua bersambut kembang melati,

yang menguncup ke dedaunan.

Kita terus bersama sebagai tali yang tak pernah putus.

Angin memang telah pergi, tapi dinginnya tidak.

Jiwa memang telah terwarnai, oleh kisah yang meresapi.

Tetapi…apakah makna yang ia cari.

Aku tak peduli apa jawabannya.

Hanya coba meresapi,

arti hidup yang kadang tak berperasaan.

Sudahlah.

Hari telah malam.

Persiapkan untuk esok hari…

Categories: Uncategorized | Leave a comment

NAWACITA

10849733_10202185728204971_311641597563049003_n

Kau tahu gelapnya dunia tak segelap hatiku saat ini.
Meraung.
Cukup.
Tak berdaya melawan kantuk, sepi di luar sepi di dalam.
Mentaripun tak sudi untuk muncul,
apalagi rembulan,
hanya malu.
Lalu harus ke mana aku cari?
Gadis molek bertudung hitam,
duduk tepat di depan mejaku.
Matanya lekat akan nestapa,
bibirnya terkelupas oleh derita,
dan air matanya ulah angkara-murka.
Biar saja gubuk ini roboh tertimpa meriam,
atau pintu-tiangnya terkoyak peluru tentara bayaran,
tapi satu tanya,
di manakah kotamu.
Apakah aku akan jumpa kau dalam dukaku,
apakah aku akan jumpa kau dalam mimpiku,
apakah aku akan jumpa kau dalam…dalam

Duhai kasih, maukah kau mencari
terang dalam gelap ini.
Aku tak peduli mentari dan
bulan sekalipun tak lagi
besamaku. Asalkan ada
dirimu.
Bogor, 28 Januari 2014

Categories: Sastra | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.