Jiwaku-Jiwamu

CIMG0218

Jiwaku dan jiwamu kini bagaikan batu

Mati

Tandus.

Kita berjalan sendiri-sendiri.

Sampai kapan?

 

Angin tak pandai memeluk tubuhku ini,

cuma suaramu yang hangat.

Yang mesra.

 

Aku tidak tahu dalam tiga purnama kelak apa yang akan terjadi pada kita,

apakah lagu kita seirama?

 

Dari segala tek-tek-bengek yang tidak penting,

hanya ingin katakan

“I care to you”.

 

Ah, biarlah. Biar asam membakar sekelilingku.

Kau tahu,

aku sedang berjuang menyelamatkan mimpi kita,

meski kau menganggapnya omong kosong.

 

Kelak kau akan katakan,

“Aku menyesal tidak dari dulu”.

 

Kita ya hanya kita,

jiwamu-jiwaku.

 

Kita tak pernah menanam apa-apa,

Kita tak akan menuai apa-apa.

 

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Kirim Saja

Kirim saja aku pada perantauan jiwa, memeluk sukma nan panjang

Aku

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Rindu

Rindu ya memang rindu,

sebuah makanan yang dibungkus oleh cinta,

ya rindu ya memang rindu,

pada siapa yang kau tuju.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Abstrak

DSCN5418

Karena aku mencintaimu, ya karena itu.

Entah sudah beberapa kali kutelan jalan pahahit ini.

Pada waktu SMA, Kuliah dan sekarang pasca campus.

Tapi pasca campus ini benar-benar pahit.

Aku tahu rahasiamu sekarang.

Tapi aku janji takan menceritakan pada siapapun kecuali Tuhan.

Karena tuhan berjanji “barangsiapa yang menjaga rahasia orang, maka Tuhan akan menjaga rahasianya sendiri”.

Ya, aku juga sama bukanlah manusia tanpa celah.

Banyak, hanya saja Tuhan masih tutupi berbagai celahku.

Aku banyak mengambil pelajaran dari kejadian ini.

Semoga kau menyadarinya juga.

Karena aku mencintaimu.

Selepas program ini selesai awal tahun depan.

aku akan blak-blakan padamu.

Tentang semua rahasia. Dan

karena aku mencintaimu,

aku ingin kita jadi orang baik.

Hidup bersama, punya anak baik, keluarga baik, dambaanku.

Tapi jika memang tidak, aku tetap ingin kau baik. Jadi baik. karena aku yakin kau pun menginginkannya.

Aku akan jadi malaikat pelindungmu.

ah..Aku memang tak pantas buat jadi malaikatmu,

setidaknya kita bisa saling menguatkan.

Karena aku mencintaimu.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Berbagi

Tak pernah terbayangkan jika harus menjadi pedagang asongan di tengah terik. Makanya, syukuri apa yang telah kamu dapat hari ini dan kerja keraslah kemudian berbagilah. Bukan berbagi uang tetapi berbagi penghasilan.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Remuk tanpa bentuk

paperwad

Photo-photo kenangan tingal robekan,

syair-syair kenangan sudah jadi hambar,

dan tawa-tangis masa lalu sudah tak ada makna.

‘remuk tanpa bentuk’

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Anonim II

20150322_134554

Nama yang tak habis termakan waktu,

kita dipertemukan dalam kepolosan,

terisolasi dalam dunia yang berduri ini.

Biarlah kenduri terus ada.

Hanya saja tanyaku padamu,

kenapa kau tak sabar menantiku.

Hanya saja tanyamu padaku,

kenapa hidupmu serba tak pasti.

Perempuan memerlukan bukti, laki-laki memerlukan waktu.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Jalani

Dia yang bisa diajak berdiskusi ketika ada masalah, dia yang cukup konsisten untuk terus ada dalam hidupmu yang tidak sempurna. Dia yang mempunyai semangat membangun masa depan yang lebih berdua.
Cita-citaku adalah menjadi seorang fisikawan dan wirausaha. Fisikanya aku nomor duakan. Aku ingin jual ilmu pengetahuan. Banyak karya ilmuwan dan engineer kita yang hanya jadi bahan pustaka dan prototype semata tanpa diaplikasikan. Kayaknya ladang basah tuh…wk..wk.
Terlebih bagiku mengembangkan akar wangi segera….adalah keharusan. Entah batu kerikil atau batu gede yang akan menghadang jalanku nanti….. buat saya akan pilih…wk..wk.

Categories: Hidup, Paradigma, Wirausaha | Leave a comment

Melangkah Jauh

Melangkah jauh -terbang ke langit

Jiwa yang haus telah terobati

Kebebasan yang semula terkekang

Telah kembali

Kau tatap mata sang singa

Ia hanya diam

Tersenyum

Menatap kecantikanmu, bukan hanya itu

Tapi sinar mimpimu

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Sebuah Tembang

Photo0798

Tentang perasaanku padamu,
tentang lautan yang tak pernah surut.
Tentang keyakinanku padamu,
tentang karang yang tegar diterjang ombak.
Tentang harapanku padamu,
tentang mentari yang tak bosan menyinari.
Ia pergi dan pasti akan kembali.
Gita rupa kembang cempaka.
Aku pasrah kepada Sang Pembuat Tembang.
Entah tembangku merdu, entah ia liku.
Pilihannya sekarang ada padamu.

Categories: Hate, Sastra | Leave a comment

Blog at WordPress.com.